4 Jebolan Liga Champions Eropa yang Ampun-ampunan Taklukkan Rimba Sepakbola Indonesia

4 Jebolan Liga Champions Eropa yang Ampun-ampunan Taklukkan Rimba Sepakbola Indonesia

Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez seperti dilaporkan Topskor.id (08/03/18) pernah menyatakan bahwa sepakbola Indonesia jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan kompetisi sepakbola di negara lain, bahkan sekelas La Liga.

"Tim di kompetisi Indonesia punya kualitas yang merata, semua punya potensi saling mengalahkan. Berbeda dengan kebanyakan kompetisi di negara lain, bahkan La Liga sekalipun, di mana Real Madrid dan Barcelona terlalu dominan," ungkapnya.


Pernyataan soal keras dan ketatnya persaingan dalam kompetisi sepakbola Indonesia sepertinya memang bukan isapan jempol belaka. Bahkan para pemain hebat dunia yang pernah rasakan atmosfer persaingan Liga Champions Eropa pun sampai dibuat tak berdaya. Empat pemain ini jadi buktinya.

Tijani Belaid


Mantan pemain Inter Milan medio 2005-2008 ini merupakan salah satu pemain yang pernah merasakan atmosfer Liga Champions Eropa bersama tim asal Cyprus, Apoel pada musim kompetisi 2011-2012. Setelah malang-melintang di beberapa klub Eropa, ia coba peruntungan di Indonesia.

Mengutip Tijani bergabung dengan Sriwijaya FC pada 2017 untuk berlaga di Liga 1. Namun pengalaman berharganya bermain di Liga Champions ternyata tak cukup membuatnya tampil kompetitif di Liga 1 Indonesia. Mengutip data Flashscore.com (28/03/18) Tijani cuma berhasil mencetak 5 gol dari 25 penampilannya di Liga 1.

Mohamed Sissoko


Bekas pemain Liga Primer Inggris yang pernah merasakan atmosfer Liga Champions Eropa bersama Liverpool juga merupakan salah satu pemain top yang mencoba mencari peruntungan di kompetisi sepakbola Indonesia.

Ia didatangkan oleh Mitra Kukar pada 2017 sebagai marquee player. Kiprah gelandang yang juga pernah perkuat Juventus ini sebetulnya cukup baik, dengan torehan lima gol dari 26 laga untuk Mitra Kukar.

Tapi untuk bisa disebut berhasil menaklukkan sepakbola Indonesia sepertinya masih jauh panggang dari api, karena Sissoko hanya mampu membawa Mitra Kukar finish di urutan 10 pada akhir kompetisi Liga 1 2017.

Michael Essien

Mantan bintang Chelsea dan Real Madrid ini merupakan sosok pemain paling fenomenal di Liga 1 musim 2017. Berbekal segudang pengalaman yang ia miliki di berbagai klub papan atas Eropa, Essien membuat Persib Bandung memulai kompetisi dengan percaya diri tinggi di musim kemarin.

Tapi faktanya, Essien cuma mampu membawa Persib Bandung finis di urutan ke-13 pada akhir musim 2017, hanya dua garis di atas zona degradasi. Secara jujur pemain yang pernah mengantarkan Chelsea angkat trofi juara Liga Champions itu pun akui jika kompetisi sepakbola Eropa lebih keras dan sulit ketimbang di Eropa.

"Semuanya sangat berbeda, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Eropa sama sekali," kata Essien seperti dikutip dari Bolasport.com (27/03/18).

Carlton Cole


Seperti halnya Michael Essien, Carlton Cole juga merupakan salah satu pemain top Eropa yang didatangkan oleh Persib pada awal musim kompetisi Liga 1 2017. Namun nasibnya jauh lebih buruk ketimbang Essien.

Pemain yang pernah berlaga di Liga Champions bersama Chelsea medio 2005-2006 ini bahkan tak mampu menyelesaikan musim kompetisi Liga 1 2017, karena performanya jauh dari ekspektasi yang diharapkan. Ia dilepas Persib sebelum musim kompetisi berakhir.

SUMBER


Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Popular Post

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.